REPUBLIK24.ID – Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja krusial guna menyaksikan langsung Panen Raya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Proyek percontohan seluas 65 hektar ini sukses mencetak angka produktivitas luar biasa dan menjadi bukti nyata bagaimana potensi lokal mampu menggerakkan ekonomi nasional.
Tidak main-main, tambak modern ini berhasil menyerap 650 tenaga kerja lokal secara langsung. Dari sisi produktivitas, kawasan ini mampu menghasilkan 40 ton udang per hektar, dengan nilai pasar komoditas yang menjanjikan, yakni berkisar di harga Rp 70.000 per kilogram.
Melihat keberhasilan konkret ini, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membuang waktu. Dalam bulan-bulan mendatangkan, pembangunan proyek-proyek produktif serupa akan dipercepat di berbagai wilayah Indonesia.
”Produktif artinya harus menciptakan lapangan kerja untuk rakyat, menghasilkan nilai tambah untuk devisa negara, sekaligus meningkatkan penghasilan rakyat secara langsung!” tegas Presiden di hadapan para petambak lokal.
Warning Keras Presiden: Hentikan Kebocoran Kekayaan Bangsa!
Di tengah kegembiraan panen raya tersebut, Presiden kembali memberikan pernyataan menohok mengenai kondisi pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Di hadapan media dan masyarakat, Kepala Negara melontarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang kerap mengambil keuntungan ilegal dari kekayaan bumi pertiwi.
- Indonesia Sangat Kaya, Tapi Bocor: Presiden mengakui secara blak-blakan bahwa potensi ekonomi Indonesia sangat raksasa, namun sayangnya terlalu banyak kekayaan negara yang “bocor” ke luar atau dinikmati secara tidak sah.
- Komitmen Total Stop Kebocoran: Presiden berjanji akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk menutup celah-celah kebocoran tersebut.
- Kemakmuran Harus Merata: Kekayaan alam, termasuk dari sektor kelautan dan perikanan, harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya oleh segelintir kelompok atau elite tertentu.(red)


Tinggalkan Balasan