REPUBLIK24.ID,Tangerang | Pengerjaan proyek betonisasi peningkatan Jalan Atay, Kampung Cijengir RT 003/RW 007, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan CV Asli Resi Persada dengan anggaran sekitar Rp148,310.00 dan volume 119 x 2,5 meter itu diduga dikerjakan dalam kondisi yang menimbulkan sejumlah pertanyaan. Jumat (21/08/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan pekerjaan sempat dilakukan hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Ironisnya, penerangan di lokasi disebut tidak memadai. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pekerjaan konstruksi membutuhkan pencahayaan yang cukup agar pemasangan bekisting, penataan agregat hingga proses pengecoran dapat dilakukan secara tepat.
Tak hanya soal waktu pengerjaan, kondisi bekisting juga menjadi sorotan. Sejumlah bagian terlihat terlalu rendah bahkan tampak mendam di bawah permukaan tanah.
Di sisi lain, proses pemadatan agregat dinilai terkesan sekadar formalitas. Material agregat di lapangan juga dipertanyakan karena terlihat tidak merata.
Saat dikonfirmasi mengenai pemadatan, pelaksana kegiatan mengatakan:
“Untuk pemadatan yang belakang sudah. Untuk yang bagian depan saya pastikan dulu.”
Ketika ditanya mengenai bekisting yang terlihat mendam, pelaksana menyatakan bahwa kondisi tersebut sudah sesuai. Namun, saat ditanya mengenai penerangan yang digunakan ketika pekerjaan berlangsung dini hari, pelaksana tidak memberikan penjelasan secara gamblang.
Pelaksana juga menyebut kebutuhan agregat untuk pekerjaan tersebut di RAB 14 kubik.
Muncul Pernyataan Pekerja Soal Agregat
Yang semakin menarik perhatian adalah pernyataan salah seorang pekerja di lokasi. Ia mengaku pernah mendengar arahan dari pengawas Dinas Bina Marga agar penggunaan agregat tidak terlalu banyak.
“Pengawas Dinas Bina Marga mengatakan kalau agregat jangan banyak-banyak, pakai bagian yang dibutuhkan saja,” ungkap pekerja tersebut.
Pernyataan ini tentu perlu diklarifikasi secara resmi. Sebab, kebutuhan material dalam pekerjaan konstruksi semestinya mengacu pada gambar kerja, spesifikasi teknis, volume, dan metode pelaksanaan, bukan sekadar perkiraan di lapangan.
Pengawas Dinas Tak Terlihat Saat Pekerjaan Berlangsung
Sorotan lainnya datang dari keberadaan pengawas. Saat proses pekerjaan betonisasi berlangsung, pihak pengawas dinas disebut tidak berada di lokasi.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan besar: sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut?
Bahkan muncul dugaan liar mengenai kemungkinan adanya hubungan tidak semestinya antara kontraktor dan pengawas. Namun, dugaan tersebut belum dapat dibuktikan dan perlu diklarifikasi serta diperiksa oleh pihak berwenang.
Lembaga Garda Sakti: Jangan Sampai Uang Rakyat Terbuang
Gunawan dari Lembaga Garda Sakti meminta pihak terkait tidak menganggap remeh temuan di lapangan.
“Kami melihat ada beberapa hal yang perlu diperiksa secara serius, terutama bekisting, pemadatan, penggunaan agregat, penerangan saat pekerjaan malam, dan pengawasan. Jangan sampai proyek yang menggunakan uang rakyat hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Gunawan.
Menurutnya, pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan pekerjaan tersebut benar-benar sesuai dengan kontrak dan spesifikasi yang ditetapkan.
LSM Harimau PAC Curug Minta Dinas Turun Tangan
Sementara itu, Ketua LSM Harimau PAC Curug, Ahmad Zaeni, meminta Dinas Bina Marga dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
“Kami tidak ingin langsung menuduh ada permainan atau kongkalikong. Tetapi temuan di lapangan dan keterangan pekerja ini harus dijawab secara terbuka. Kalau memang pekerjaannya sudah sesuai, silakan dibuktikan melalui pemeriksaan teknis,” kata Ahmad Zaeni.
Ahmad menegaskan, pengawasan proyek pemerintah harus dilakukan secara serius sejak awal pekerjaan hingga selesai.
“Jangan sampai pengawasan hanya formalitas. Masyarakat berhak mendapatkan pekerjaan yang berkualitas karena anggarannya berasal dari uang negara. Kalau ditemukan kekurangan, harus diperbaiki sebelum proyek dinyatakan selesai,” tegasnya.
Kini publik menunggu klarifikasi CV Asli Resi Persada dan Dinas Bina Marga terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Apakah seluruh pekerjaan benar-benar sudah sesuai spesifikasi teknis, atau justru terdapat kekurangan yang harus diperbaiki?
Pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui pemeriksaan teknis secara terbuka dan objektif.
Kontraktor Nakal Kini Hadir Di Kecamatan Curug, Betonisasi Jalan Cijengir Disorot: Bekisting Mendam Hingga Pengawasan Dipertanyakan
Terkait
Terkini


Tinggalkan Balasan