REPUBLIK24.ID,Tangerang | Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia mulai merasakan suhu udara yang jauh lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena yang dikenal sebagai bediding ini merupakan kondisi alam yang lazim terjadi setiap tahun dan perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kondisi kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan. Selasa, (28/7/2026).

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bediding bukanlah bencana atau cuaca ekstrem, melainkan fenomena musiman yang dipicu oleh angin monsun timuran dari Australia yang membawa massa udara kering dan dingin. Kondisi langit yang cerah serta minim awan pada musim kemarau juga menyebabkan panas bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari, sehingga suhu udara terasa jauh lebih dingin.

Di sisi lain, saat siang hari suhu udara dapat meningkat cukup tinggi akibat paparan sinar matahari yang maksimal. Perbedaan suhu yang signifikan antara malam dan siang inilah yang menjadi ciri khas fenomena bediding.

Dampak terhadap Kesehatan
Perubahan suhu yang drastis dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, di antaranya:

  • Batuk, pilek, influenza, dan radang tenggorokan.
  • Gangguan pernapasan seperti asma dan bronkitis.
  • Tubuh mudah lelah, pusing, dan menurunnya konsentrasi.
  • Kulit menjadi kering, gatal, serta iritasi.
  • Penurunan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terserang infeksi.
  • Meningkatnya risiko gangguan jantung dan tekanan darah pada individu yang memiliki penyakit penyerta.

Kelompok yang paling rentan terdampak adalah bayi, anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis.

Sebagai langkah pencegahan masyarakat diimbau untuk melakukan langkah-langkah sederhana guna menjaga kesehatan selama fenomena bediding berlangsung, antara lain:

  1. Menggunakan pakaian hangat, terutama pada malam dan pagi hari.
  2. Mengonsumsi makanan bergizi dan minuman hangat.
  3. Menjaga suhu ruangan tetap nyaman saat beristirahat.
  4. Mencuci tangan secara rutin dan menjaga kebersihan diri.
  5. Memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG.
  6. Memberikan perhatian khusus kepada anggota keluarga yang rentan terhadap perubahan suhu.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang menyebut bediding sebagai fenomena luar biasa atau bencana. Fenomena ini merupakan bagian dari siklus musim kemarau yang umum terjadi di Indonesia, terutama di wilayah Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup sehat, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan aman selama periode suhu dingin berlangsung.