REPUBLIK24.ID,Tangerang | Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi pengingat atas perjalanan panjang perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam, membangun persaudaraan, serta membentuk masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keadilan, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama.
Perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW penuh dengan ujian dan perjuangan. Dengan keteguhan hati, kesabaran, serta akhlak yang mulia, Rasulullah SAW mampu membangun persatuan di tengah masyarakat yang diwarnai berbagai perbedaan. Nilai-nilai tersebut hingga kini tetap relevan dan dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat perjuangan, persatuan, dan pengorbanan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Setelah melalui perjuangan panjang, para pahlawan bersama seluruh rakyat Indonesia akhirnya berhasil melepaskan diri dari penjajahan dan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, semangat perjuangan tersebut kembali diingat dan diwariskan kepada generasi penerus. Nilai persatuan, gotong royong, kepedulian, dan pengorbanan menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa.
Semangat tersebut diwujudkan masyarakat Margasari melalui kegiatan Dzikir dan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT Kemerdekaan RI ke-81. Kegiatan digelar di Lapangan Margasari Rt 04 Rw 08 tepatnya di depan PT Bukwang, Sabtu malam (29/8/2026).
Acara yang dimulai sekitar pukul 20.20 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri masyarakat serta sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tamu undangan, unsur TNI dan Polri, serta jajaran staf Pemerintah Kelurahan Curug Kulon.
Sejumlah tokoh lingkungan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua RW 08 Chevi Priaji, Ketua RT 04 Yatiman, dan Ketua RT 05 Yuyun
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh dua qori, yakni Qori Nasional Ustadz Nicky Permana Alinsyah dari Serang dan Qori Putra Daerah Muhamad Fadil Mufti.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an menambah kekhidmatan suasana sebelum acara dilanjutkan dengan dzikir dan shalawat. Suasana religius semakin terasa dengan penampilan Tim Hadroh Nurul Hidayah Tangerang yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Ustaz Ramdani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Dzikir dan Tabligh Akbar tersebut.
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan tertib.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting untuk mengenang perjalanan dakwah Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak, kesabaran, dan perjuangan beliau dalam membangun persaudaraan serta kehidupan masyarakat yang penuh kepedulian.
Sementara itu, Ketua Panitia Dede Irawan, yang biasa disapa Iwan, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan Dzikir dan Tabligh Akbar ini dapat terlaksana dengan sukses dan berjalan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para tokoh, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia yang kini memasuki usia ke-81 tahun.
Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, persatuan, dan tali silaturahmi di tengah masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua. Semoga kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW semakin kuat dan semangat persatuan dalam memperingati kemerdekaan juga terus terjaga,” pungkasnya.
Memasuki rangkaian tausiah, Ustaz Dasuki dari Kampung Margasari tampil sebagai penceramah pertama. Tausiah kemudian dilanjutkan oleh KH. Mahmudz Fauzi, S.Pdi dari Bogor sebagai penceramah kedua.
Dalam tausiyahnya, kedua penceramah mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW serta menerapkan nilai-nilai persaudaraan, kepedulian, persatuan, dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
Keduanya juga mengingatkan masyarakat agar semangat perjuangan Rasulullah SAW dan para pahlawan bangsa dapat menjadi inspirasi untuk terus menjaga persatuan serta mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tersebut menjadi momentum untuk menghubungkan nilai-nilai perjuangan Rasulullah SAW dengan semangat perjuangan para pahlawan bangsa. Keduanya memberikan pelajaran tentang pentingnya kesabaran, keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kepedulian dalam menghadapi berbagai tantangan.
Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mahmudz Fauzi, S.Pdi. Seluruh jamaah mengikuti doa dengan khidmat sebagai penutup rangkaian kegiatan Dzikir dan Tabligh Akbar.
Doa bersama tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memanjatkan harapan agar masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, kerukunan, serta persatuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Dengan suksesnya kegiatan tersebut, panitia berharap semangat kebersamaan dan persatuan masyarakat Margasari dapat terus terpelihara. Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Kemerdekaan RI ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat.
( Rudsan10 )


Tinggalkan Balasan