REPUBLIK24.ID – Nama Marilyn Monroe telah lama abadi sebagai salah satu ikon perfilman paling berpengaruh sepanjang masa. Namun, di balik citra glamornya sebagai simbol seks era 1950-an, Monroe sesungguhnya adalah seorang aktris berbakat dengan kemampuan akting yang kerap mendapat pujian tinggi dari para kritikus.
Dilansir dari laporan Variety, terdapat lima peran terbaik Marilyn Monroe yang menjadi bukti autentik dari kedalaman bakat aktingnya di berbagai genre, mulai dari drama psikologis yang kelam hingga komedi romantis yang legendaris.
1. Kegelapan Jiwa dalam Don’t Bother to Knock (1952)
Posisi pertama ditempati oleh film noir psikologis di mana Monroe berperan sebagai Nell Forbes, seorang pengasuh anak dengan kondisi mental yang tidak stabil.
- Sisi Akting: Monroe berhasil menghadirkan karakter yang rapuh, emosional, sekaligus penuh daya tarik.
- Catatan Kritikus: Penampilannya di film ini dinilai sangat kuat hingga disebut melampaui kualitas film itu sendiri, sekaligus menjadi bukti awal keseriusannya sebagai aktris drama.
2. Karakter Cerdas di Balik Gentlemen Prefer Blondes (1953)
Lewat film musikal ikonik ini, Monroe memerankan Lorelei Lee, seorang penari panggung yang gemar akan kemewahan dan berlian.
- Dobrak Stereotip: Meski karakternya sering disalahpahami sebagai stereotip “pirang bodoh” (blonde bodoh), Monroe justru berhasil membawakan Lorelei sebagai sosok yang cerdas dan penuh strategi.
- Warisan Budaya: Film ini melahirkan salah satu momen paling legendaris dalam sejarah sinema dunia lewat pertunjukan lagu “Diamonds Are a Girl’s Best Friend”.
3. Keabadian Sinematik dalam The Seven Year Itch (1955)
Film komedi romantis ini menjadi cetak biru dari popularitas global Monroe. Ia berperan sebagai aktris muda tanpa nama yang menjadi objek fantasi tetangganya yang ditinggal keluarga selama musim panas.
Momen Ikonik: Film inilah yang melahirkan visual paling terkenal dalam sejarah budaya populer dunia—Marilyn Monroe berdiri di atas ventilasi kereta bawah tanah dengan gaun putihnya yang tertiup angin. Sementara aktor lain butuh puluhan film untuk membangun karier, Monroe berhasil mengabadikan namanya hanya lewat satu hembusan angin dari bawah trotoar.
4. Masterkelas Komedi lewat Some Like It Hot (1959)
Dalam film komedi klasik yang disutradarai oleh Billy Wilder ini, Monroe tampil memikat sebagai Sugar Kane, seorang penyanyi dan pemain ukulele dalam sebuah grup musik perempuan.
- Pencapaian: Penampilannya di film ini diakui secara luas sebagai salah satu performa komedi terbaik dalam sejarah Hollywood.
- Dampak: Some Like It Hot hingga kini terus bertengger sebagai salah satu film komedi penyamaran (cross-dressing) paling berpengaruh sepanjang masa.
5. Potensi Terakhir yang Tragis dalam The Misfits (1961)
Daftar ini ditutup oleh The Misfits, film terakhir yang diselesaikan Monroe sebelum ia ditemukan meninggal dunia pada tahun berikutnya. Di bawah arahan sutradara legendaris John Huston, Monroe berperan sebagai janda baru yang rapuh namun tangguh, yang sedang mencari arah hidupnya di Nevada.
- Puncak Akting Drama: Banyak kritikus sepakat bahwa film ini menampilkan kemampuan akting drama terbaik dan paling murni dari seorang Marilyn Monroe.
- Penyesalan Sinema: Film ini memperlihatkan potensi besar yang sebenarnya masih bisa dikembangkan oleh Monroe jika saja garis hidupnya tidak berakhir terlalu cepat.
Kesimpulan: Sebuah Warisan yang Abadi
Melalui kelima film lintas genre ini, publik diingatkan kembali bahwa Marilyn Monroe bukan sekadar paras cantik di atas poster. Ia adalah seorang seniman yang mampu menghadirkan karakter kompleks, emosional, dan berkesan yang terus dipelajari oleh generasi sineas hingga hari ini.(red)


Tinggalkan Balasan