REPUBLIK24.ID – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Turkiye memasuki babak baru yang semakin solid. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyambut langsung kedatangan Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, yang tiba di Jakarta pada Selasa (2/6) malam. Kunjungan resmi yang berlangsung pada Rabu (3/6) ini membawa agenda besar, mulai dari penguatan industri pertahanan hingga misi bersama untuk perdamaian Palestina.
Melalui unggahan di akun media sosial resminya (@Menlu_RI), Menlu Sugiono membagikan momen hangat saat dirinya berjabat tangan erat dengan Menlu Fidan sesaat setelah sang tamu negara turun dari pesawat pemerintah Turkiye. Sugiono menegaskan bahwa Indonesia dan Turkiye bukan sekadar mitra, melainkan dua bangsa yang disatukan oleh solidaritas yang kuat.
“Indonesia amat mengapresiasi dukungan teguh serta solidaritas Turkiye dalam membela prinsip-prinsip kita bersama,” ujar Menlu Sugiono dalam pernyataannya, Rabu (3/6).
Misi Ekonomi Baru: Target Perdagangan USD 10 Miliar
Kunjungan resmi Hakan Fidan kali ini difokuskan pada perluasan kerja sama bilateral yang konkret. Berdasarkan informasi dari sumber Kementerian Luar Negeri Turkiye via Anadolu, salah satu target utama yang diusung adalah mendongkrak volume perdagangan bilateral hingga mencapai USD 10 miliar (sekitar Rp178,3 triliun).
Untuk mencapai target ambisius tersebut, kedua negara akan memperdalam kolaborasi di berbagai sektor strategis, antara lain:
- Infrastruktur, Energi, dan Transportasi
- Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan (AI)
- Teknologi Tinggi
- Industri Makanan Halal
Selain sektor ekonomi digital dan pangan, Menlu Fidan juga dijadwalkan meninjau langsung proyek-proyek industri pertahanan yang tengah berjalan, sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru di sektor keamanan.
Satu Suara untuk Gaza dan Respons Isu Global
Tidak hanya membahas urusan domestik kedua negara, pertemuan bilateral ini juga menjadi panggung penting bagi Indonesia dan Turkiye dalam merespons dinamika geopolitik dunia.
Mengenai situasi di Gaza, Menlu Fidan menegaskan kembali komitmen Turkiye untuk terus berdialog erat dengan Indonesia. Kedua negara sepakat untuk melipatgandakan upaya bersama di panggung internasional demi mewujudkan perdamaian yang adil, abadi, dan inklusif bagi rakyat Palestina.
Selain isu Palestina, kedua Menlu juga bertukar pikiran mengenai berbagai krisis regional dan global yang krusial, termasuk:
- Ketegangan yang melibatkan Iran dan Selat Hormuz
- Konflik di Suriah, Somalia, Sudan, dan Libya
- Perang Rusia-Ukraina
- Stabilitas keamanan di kawasan Asia-Pasifik
Hubungan yang Kian Intensif
Kunjungan ini menandai semakin intensifnya komunikasi tingkat tinggi antara Jakarta dan Ankara. Menlu Fidan tercatat belum lama mengunjungi Indonesia pada Februari 2025 lalu dalam rangkaian kunjungan resmi Presiden Recep Tayyip Erdogan. Momentum ini juga melanjutkan hasil positif dari pertemuan format 2+2 (Menteri Luar Negeri dan Pertahanan) pertama antara kedua negara yang digelar di Ankara pada Januari silam.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa kemauan politik dari pemimpin kedua negara bertransformasi menjadi aksi nyata yang siap membawa dampak positif bagi kemakmuran dan perdamaian dunia.(red)


Tinggalkan Balasan